Selasa, 10 Maret 2015

Jabal Rahmah, Mekkah



Ketika sebuah kesalahan berakhir dalam perpisahan. Bertahun-tahun menghilang dalam rindu yang menyesakkan. Rindu dalam cinta seperti perjalanan yang kosong.

Mereka tak lagi bertemu, setelah Tuhan menyuruhnya menapaki bumi. Sendiri, hanya ada bayang yang menemani. Mencari diantara rasa penasaran, hawa dimana dia?

Adam merasa kosong, begitu juga dengan hawa.

Jabal Rahmah, jawaban dari rasa rindu. Mereka tidak mempertanyakan tahun-tahun yang terlewat. Kekosongan terhapus ketika diatas sana mereka bertemu.

Dan tugu itu dibuat atas kenangan rasa cinta. Sang penerus-penerus berlomba menapaki bukit itu, meminta agar kisahnya menjadi indah. Tidak ada pengecualian dengan usia, mereka saling membantu menuju puncak bukit.

Hingga ku lihat seorang bapak tua yang menggandeng wanita muda menuju atas bukit. Mereka bukan pasangan ayah dan anak, bukan juga kakek dan cucu, atau malah pasangan kekasih. Mereka hanya 2 manusia yang baru saja kenal, dan kebetulan mereka dalam perjalanan yang sama.


"Cinta bukan milik sepasang kekasih dalam cumbuan, atau milik dekapan sebuah keluarga. Cinta juga ada untuk mereka yang tidak saling kenal, untuk merasakan damainya hidup sebagai makhluk ciptaan-Nya"
- MelipirSebentar -


Jalan Malioboro, Yogyakarta



Ini kali pertama saya berjalan sendirian di sini. Dan sangat jelas bahwa saya bukan berasal dari kota ini, hanya beberapa hari saya ikut perjalanan liburan kakak saya. Dan nyatanya, sekarang saya berjalan sendirian di pinggiran jalan Malioboro ini, kakak saya? Sudah terlelap dalam demam flu nya.

Ramai, disaat bukan musim liburan tetapi masih saja pelataran toko-toko penuh dengan manusia. Menawar baju, sendal, kalung, tas, miniatur segala rupa, hingga makanan.

Saya tetap berjalan, melihat manusia-manusia tersenyum dalam aroma romantisme kota cinta ini. Dalam alunan tembang jawa, suara-suara dalam bahasa yang tak asing, dan angin semilir membawa bau khas akan hujan.

Tak lama dari itu hujan turun, bukan gerimis yang menemani senandungan langkah ini. Banyak yang melipir dari hujan, dalam genggaman-pelukkan kekasih. Dan saya mencari tempat makan di pelataran Malioboro.


"Bergandenganlah kalian di kota yang romantis" 
- MelipirSebentar -