Masa liburan ku sewaktu kecil, ku habiskan di kota timur pulau Jawa. Ngawi, Madiun, Magetan kota yang hampir setiap perayaan hari besarku, ku sambangi.
Tepatnya sekarang, namun bukan disaat libur hari perayaan aku menyambangi kota Ngawi setelah tahun-tahun ku lalui tanpa menyapanya.
Kota ini terasa lebih ramai, toko-toko tertutup enggan menyapa pelanggan di hari Minggu. Terik, peluh keringat sudah biasa menetes di salah satu kota di Jawa Timur ini.
Dinding-dinding toko terlihat memudar dari warnanya, bahkan cat nya pun sudah mengelupas, pelataran-pelataran toko sudah terparkirkan sepeda motor modern, bukan lagi sepeda ontel atau pun sepeda motor berwarna merah antik.
Kutemani seseorang menghampiri salah satu toko alat tulis, pemiliknya keturunan Tionghoa dan pribumi. Anak-anaknya bergerombolan menyapa, anak-anak anjing yang terlalu cerewet ikut bercerita. Aku seperti berada di jaman 60an. Dan mengingatkanku pada sebuah film Indonesia, Gie karya Riri Riza.
Tak lama perbincangan kami, lalu ku putuskan melanjutkan perjalanan menuju kota lain di timur pulau Jawa.
"Kembalilah sesekali ke kota dimasa kecil mu, maka kerinduan mendalam akan terasa"
- MelipirSebentar -

