Jumat, 08 Mei 2015

Rest Area, Antara Madinah Dan Mekkah



Hampir tidak ada pohon disana hanya sedikit rerumputan, saat aku menyadari bahwa perjalanan ku hampir tiba di kota Mekkah.  

Bis yang aku tumpangi tiba-tiba berhenti. Pengendara bilang, "waktunya untuk istirahat, sudah setengah perjalanan dari kota Madinah ke Mekkah". Aku sendiri pun sudah sedikit lupa jam berapa saat itu, yang aku ingat sejenak sebelum senja datang.  

Seperti yang aku bilang tadi, hampir tidak ada pohon disini, ada bangunan yang tidak tingkat dan tidak besar, aku rasa bangunan itu hanya berisi dapur. Karena kita yang melipir hanya menikmati udara bebas di teras bangunan itu. 

Ada kursi-kursi dan meja plastik yang susah ditata, ada kabel-kabel listrik yang mengelilingi tiang penyangga. Aku rasa jika gelap datang maka lampu-lampu kecil yang terselubung diantara kabel listrik akan berpijar dengan cantik.  

Ada yang sudah menawari ku teh hangat saat itu, sebetulnya aku lebih menyukai jika ada es batu didalam cangkir ku. Dan beberapa orang di samping ku sudah sibuk menghabiskan mie instan yang kuahnya masih mengepul.  

Kalau saja saat itu aku sedang solo travel, mungkin akan banyak waktu ku habiskan disana, sekedar menikmati teh hangat atau kentang goreng, atau mungkin aku akan menghabiskan uang ku dengan membeli ayam asapnya.  

Tidak banyak yang bisa kamu lihat di tempat ku saat itu, hanya ada padang pasir, beberapa bangunan tak bertingkat,  kendaraan yang sesekali melintas, langit yang luas, dan matahari yang mulai terbenam. Matahari membulat dengan sempurna, angin berhembus dengan teratur, dan suara hanya sayup terdengar. Namun sayangnya aku hanya punya sedikit waktu untuk menikmati matahari dengan teh hangat, karena perjalanan belum usai.  


"Ketika terlalu banyak tempat yang ingin kamu kunjungi, sehingga itu membuatmu bingung. Maka, pilihlah tempat yang paling tidak banyak dipilih orang lain. Karena kamu akan mendapatkan langit udara dan daratan yang istimewa menghiburmu"
- MelipirSebentar -